Langsung ke konten utama

Postingan

Hanya Iseng

 Lazisnu Mlandingan bersama jajaran pengurus di MWCNU Mlandingan dan semua Ketua dan Sekretaris Ranting NU di kecamatan Mlandingan melakukan kegiatan NU Berbagi pada Rabu 27 April 2022, jam 16.00 WIB di sekretariat MWCNU Mlandingan. Dokumentasi resmi bisa dikulik pada Blog NU Mlandingan Online di semua platform media sosialnya. Di sini saya hanya menempel jepret kamera hasil keisengan saja. Saya mengedit kembali semua hasil rekaman agar lebih menarik, sekaligus mencoba untuk mengakrabi fitur-fitur penyerta di hape Vivo Y51 yang baru saya beli sekitar sepuluh hari yang lalu. Saya mengeditnya sambil tertawa-tawa sendiri, ternyata banyak hasil jepretan yang lucu. Tiba-tiba timbul niat mempostingnya untuk berbagi tawa dengan pengunjung blog saya. Semoga mereka yang terekam tidak marah pada saya. Karenanya, saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.  Ampunilah saya! Walau ngantuk, tetap hadir karena jiwa militan Selalu ada tawa di setiap kebersamaan Berkiprah tak harus kaprah Ni...

Jangan Antre dengan Serius

Tulisan berikut bukan untuk mengipasi publik supaya emosinya makin membara, juga bukan untuk mengkritik pihak-pihak yang berwenang atas barang-barang yang dianter, eh diantre. Bagaimana pun seriusnya media mengabarkan tentang kelangkaan minyak goreng  solar, pertalite, atau apapun, kita tetaplah bahagia. Sebab negeri yang merdeka memang harus bahagia. Bayangkan, tersedia dua situasi yang anda barus memilih: a. Anda merdeka, tapi dengan penderitaan b. Anda terjajah, tapi hidup anda sejahtera, Saya yakin opsi kedua akan lebih banyak dipilih. Walau pun sebenarnya saya tidak bisa membuktikan apakah menjadi bangsa terjajah benar-benar ada yang bahagia. Hanya saja, teman saya pernah bercerita bahwa Singapura hakekatnya adalah negeri jajahan. Negeri jajahan yang kaya. Konon, setiap daerah jajahan Inggris biasanya kaya. Hongkong, misalnya. Tulisan berikut saya rekam dari Medsos, berbagai komentar tentang antrian. Tentu saja saya memilihnya untuk disalin ke tulisan ini karena faktor lucu. I...

Pawang Hujan

Pawang Hujan Oleh: Mustafa Husin Baabad Waktu kami mau mengadakan acara Family Day di Pulau Air, panitia membuat Rencana Anggaran dan dalam break-down nya disebutkan _karena acara akan dilakukan di areal terbuka di Pulau Air, di Pulau Seribu, maka panitia menganggarkan biaya_ pembayaran Pawang Hujan. Waktu diskusi pihak management meeting, John Bullough bertanya, "Apa itu Pawang Hujan?" Ya, dijawab bahwa itu orang yang menawarkan jasa untuk mencegah turun hujan.  Kontan saja para manajer tertawa terbahak-bahak (VP. Finance, Drilling Manager, VP Operations, Finance Manager). John Bullough mencoba sabar menerangkan bahwa perusahaan ini adalah perusahaan Public Company dan kalau di audit ada komponen biaya seperti itu, reputasinya bisa hancur. Bisa jadi bahan tertawaan atau dituduh melakukan penggelapan. Dengan tegas dia minta komponen biaya itu (tidak peduli seberapa kecilnya) harus dibuang. Para panitia yang semuanya orang Indonesia menolak. Mereka beralasan, kalau tidak paka...

Rutinitas Banjir

Inilah banjir yang diakibatkan guyuran hujan lebat pada hari Senin malam, 14 Maret 2022 di hulu sungai desa Sumberargo, Sumbermalang sekitar jam 18.00 WIB. Akibat banjir membawa balok-balok kayu yang cukup besar dan banyak, akses kami menuju sekolah tertutup oleh tumpukan kayu. Kejadian tersebut merupakan kesekian kalinya, nyaris setiap tahun dialami di jembatan penghubung antara desa Gunung Malang dengan Mojodungkol, kecamatan Suboh, Situbondo itu. Beruntung masyarakat setempat bersama perangkat desa segera bahu-membahu membersihkan tumpukan kayu dan sampah. Besoknya jalan ini sudah bisa dilalui lagi. Jembatan ini adalah akses pertama yang kadang menawarkan rintangan dalam perjalanan kami menuju sekolah SDN 4 Gunung Malang. Rintangan kedua kadang masih menunggu di ujung jalan antara Modojungkol-Taker. Jembatannya lebih rawan terhadap banjir. Taker adalah salah satu dusun terpencil di desa Gunung Malang, tempat kami berdinas sejak tahun 2010. Masyarakat setempat tak bisa berbuat lebih ...

Bakti Sosial Ranting NU Selomukti

  Sebagaimana Ranting NU di desa-desa sekecamatan Mlandingan, sumbangsih para kader dan warga Nahdliyyin yang berupa pengumpulan dana melalui gerakan Koin NU, Ranting NU Selomukti juga sudah melaksanakan secara efektif dan simultan hampir tiga bulan ini. Pada tahap pertama pengumpulan Koin NU, dana yang terkumpul diserahkan kepada MWCNU untuk dikelola bersama. Namun pada tahap berikutnya, inisiatif agar masing-masing ranting mengelola secara otonom nampaknya sudah disepakati, dengan syarat pelaporan tentang kegiatan ini tetap dilakukan pada Pengurus MWCNU Mlandingan. Ranting NU Selomukti mengelola sendiri hasil pengumpulan dana Koin NU secara mandiri pada tahap kedua dan ketiga. Pada hari Senin, 21 Maret 2022, untuk memperkenalkan keberadaan kegiatan pengumpulan Koin NU kepada masyarakat umum, kader dan pengurus Ranting NU Selomukti mengadakan kegiatan Bakti Sosial Santunan Anak Yatim dan Dhua'afa tahap kedua, dengan jumlah penerima 10 orang. "Harapan kita, semoga kegiatan ini...

Hadiah Masih Dalam Perjalanan

  Hadiah Masih Dalam Perjalanan Oleh: Aidi Kamil Baihaki Berkali-kali Bapak setengah tua itu menengadah ke langit, sebagaimana juga berkali-kali mengeluh, “Apa tidak bisa kali ini saja kita bersahabat?” Ujarnya pada gerimis. Ia masih gamang untuk berpamitan pulang pada pemilik rumah. Langit menjawab gumamannya dengan gemeretak guntur. Hujan menetes mengguyur lebih lebat. Seperti sengaja menambah kegelisahannya. Hari beranjak petang. Tadi pagi sebelum berangkat bekerja, si Bungsu meminta hadiah untuk kenaikan kelasnya. Tak istimewa. Hanya satu set alat tulis, berupa buku dan pulpen. Semua buku bekas kakaknya yang dia pakai sejak setahun kemaren,, sudah penuh dengan catatan dan coretan. Bayangan ceria si Bungsu ketika menerima satu bendel buku dan dua pulpen yang dibawa, tergambar jelas dalam senyum kepuasannya. Dua macam benda yang tidak mahal, tapi sangat dibutuhkan si Bungsu. Dua macam benda yang tidak mahal, tapi belum tentu terbeli oleh mereka yang upah kerjanya hanya cukup untu...

Ada Apa di Balik Toa

Ada Apa di Balik Toa? Hampir di semua grup, serang tangkis terjadi antar kelompok pro melawan kelompok kontra  Gus Menteri. Adu cara berpikir, adu data, adu komentar, adu emosi juga, tapi tak sampai adu fisik. Wajar, bukan saja karena hampir semua grup WA saya berbau NU, melainkan karena memang hanya di Dumay, arena yang cuma menonjolkan sosok abstrak bernama ego. Di Dumay tak ada aksi pamer otot atau pun teriakan. Yang ada hanya emoticon terbatas untuk menyatakan ekspresi. Kadang emoticon itu tidak bisa menangkap arti yang sesungguhnya. Jauh berbeda dengan kehidupan nyata. <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5952932768089958" crossorigin="anonymous"></script> Kelompok kontra telah sedemikian rumit menerjemah pesan-pesan Gus Mentri tentang aturan toa. Sekali lagi, aturan toa. Bukan doa. Kelompok kontra seakan menemukan momen yang tepat untuk kembali menggencarkan jurus-jurusnya dengan maksu...

Antara Toa dan Doa

  Antara Toa dan Doa Gus Yaqut, Menteri Agama kita kembali mendapat kecaman karena menerbitkan aturan tentang penggunaan pengeras suara, Toa. Aturan tersebut sebenarnya bukan hal baru, kecuali dalam detail-detailnya. Sudah sejak lama tradisi kita menyandingkan doa dengan toa, meski pun tidak seluruh doa kemudian di’toa’kan. Tetapi memang rasanya kurang afdhal jika hal-hal berbau kebaikan tidak tersiar hingga radius ratusan meter. Namanya juga dakwah, ajakan. Mana ada ajakan pada umum dilakukan dengan cara bisik-bisik? Menanggapi beberapa protes tentang aturan toa, Gus Yaqut mencoba memberikan pemahaman dengan membuat permisalan suara anjing yang menyalak bersama-sama. Menurutnya, suara anjing di suatu komplek yang menyalak bersamaan pasti akan membuat kita terganggu. Bukannya protes mereda, justeru semakin ramai. Suara adzan kok disemisalkan dengan suara anjing? Pak Menteri Agama mulai dipertanyakan arah keagamaannya. Sebagian mengecam karena termakan provokasi Medsos. Mereka seben...

Dokumentasi Perkemahan Wirakarya 2021

Foto² ini bersumber dari grup Whatsapp Peserta Perkemahan Wirakarya. Jika ada kesamaan tempat dan wajah, tentu saja itu benar. <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5952932768089958"      crossorigin="anonymous"></script>